TINTAPENA.MY.ID MENULIS BERDASARKAN FAKTA
Nasional

Tenun Cual Babel Tampil Modern, Olive: Bawa Wastra Bangka Belitung Dekat dengan Gen Z

Oleh Redaksi 13 September 2026
Tenun Cual Babel Tampil Modern, Olive: Bawa Wastra Bangka Belitung Dekat dengan Gen Z
W3 (Warna Warni Wastra Indonesia) yang digelar di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Minggu, 13 September 2026. Foto: Olive

JAKARTA, TINTAPENA.MY.ID — Kain tradisional tidak lagi identik dengan kesan kuno. Pesona wastra Nusantara justru semakin menemukan tempat di tengah tren fesyen modern, termasuk Tenun Cual khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hal itu terlihat dalam ajang Warna Warni Wastra Indonesia (W3) yang berlangsung di Lippo Mall Nusantara, Jakarta. Minggu, (13/9/2026).

Salah satu karya desainer asal Bangka Belitung yang akrab disapa Olive. Ia membawa kekayaan Tenun Cual ke atas runway dengan sentuhan desain kekinian. Dalam karyanya, Olive mengangkat sejumlah motif yang memiliki keterkaitan kuat dengan kekayaan alam dan budaya Bangka Belitung.

Di antaranya motif Bunga Ketuyut atau Kantong Semar serta Lebah Pelawan, yang dipersembahkan oleh Galeri Destiani.

Kain Tenun Cual yang digunakan juga didatangkan langsung dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk kemudian diolah menjadi koleksi fesyen yang tampil di Jakarta.

Menariknya, koleksi tersebut dikerjakan dalam waktu relatif singkat. Seluruh rancangan berhasil diselesaikan dalam waktu 1 minggu.

Bagi Olive, menghadirkan Tenun Cual dalam dunia fesyen modern bukan sekadar persoalan busana. Ada pesan budaya yang ingin disampaikan melalui setiap koleksinya.

Menurut Olive, tenun daerah yang dibawa dalam karya tersebut, tidak harus dipandang sebagai pakaian yang hanya cocok untuk acara adat atau kalangan tertentu. Dengan kreativitas, kain tradisional dapat dikembangkan menjadi busana yang menarik, fashion, dan tetap memiliki identitas budaya.

Melalui panggung W3 (Warna Warni Wastra Indonesia), Tenun Cual kembali menunjukkan bahwa warisan budaya Bangka Belitung memiliki peluang besar untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Kehadiran koleksi Olive menjadi angin segar dalam memperkenalkan wastra daerah kepada Generasi Z, bahwa mencintai budaya lokal tidak berarti harus meninggalkan gaya modern.