TINTAPENA.MY.ID MENULIS BERDASARKAN FAKTA
Pena Babel • BANGKA SELATAN

Aksi Brutal Penonton Sepakbola di Desa Tanjung Labu Melanggar Hukum, Norman Adjis: PSSI Segera Evaluasi

Oleh Redaksi 7 September 2026
Aksi Brutal Penonton Sepakbola di Desa Tanjung Labu Melanggar Hukum, Norman Adjis: PSSI Segera Evaluasi
Aksi Brutal Penonton Sepakbola di Desa Tanjung Labu Melanggar Hukum, Norman Adjis: PSSI Segera Evaluasi Foto: TINTAPENA.MY.ID

BANGKA SELATAN, TINTAPENA.MY.ID – Entah apa yang merasuki para penonton yang tengah menyaksikan pertandingan sepakbola di Desa Tanjung Labu kecamatan Lepar pongok Kabupaten Bangka Selatan

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hingga penonton berani melakukan aksi brutal kepada sejumlah pemain Merdeka FC asal Toboali.

ketua PPM Basel Norman Adjis (Man Murai) menilai tindakan kekerasan terhadap pemain tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia mengecam peristiwa yang telah melanggar hukum pidana negara serta regulasi disiplin sepak bola (baik nasional seperti PSSI.

“Apapun alasannya, penonton tidak boleh melakukan kekerasan terhadap pemain, apalagi pertandingan tersebut masih berlangsung di babak kedua (2),” tegas Norman.

Menurutnya, pihak panitia maupun tuan rumah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pertandingan berlangsung aman dan tertib. Pengamanan serta keselamatan seluruh pemain, perangkat pertandingan, dan penonton harus menjadi perhatian utama sejak pertandingan dimulai hingga selesai.

Norman mendorong PSSI Bangka Selatan dapat memberikan sanksi tegas, termasuk memasukkan tuan rumah ke dalam daftar hitam (blacklist) penyelenggara turnamen apabila terbukti melakukan pelanggaran berat atau gagal menjamin keamanan pertandingan.

“Panitia dan tuan rumah harus bertanggung jawab. Keselamatan pemain harus menjadi prioritas agar setiap pertandingan dapat berlangsung aman, tertib dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Man Murai.

Ia menambahkan, kompetisi sepak bola antar klub maupun antar desa semestinya menjadi wadah positif untuk membangun kebersamaan dan mempererat persaudaraan masyarakat khususnya di ujung selatan Pulau Bangka.

“Jangan sampai olahraga yang seharusnya mempersatukan justru menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat,” ungkapnya. Kepada media Tintapena.my.id saat dihubungi. Senin, (7/9/26).